Selasa, 26 November 2013

El Shaarawy Segera Comeback

El Shaarawy Segera Comeback

El Shaarawy Segera Comeback

Milan dikabarkan bisa segera memasang kembali Stephan El Shaarawy di line-up pada saat melawan Celtic pada 26 November babak fase grup Liga Champions.

El Shaarawy telah absen sejak September dengan serangkaian masalah, masalah yang paling baru adalah saat kaki nya patah (micro-fracture).

Dia bahkan tidak masuk skuad saat Milan melakukan pertandingan persahabatan melawan klub Swiss Young Boys dengan kemenangan Milan 3-1 pada Sabtu kemarin.

Menurut Gazzetta dello Sport, El Shaarawy bisa diharapkan kembali di bangku cadangan melawan Genoa dan dalam line-up agar bisa mengikuti perjalanan ke Glasgow pada 26 November.

Itu akan menjadi pertandingan yang berpotensi menentukan untuk Liga Champions, karena Milan memiliki lima poin, Ajax empat dan tiga Celtic.

SEJARAH CLUB

Sejarah AC Milan – Sempat Terpuruk dan Bangkit Kembali
Sejarah AC Milan – Sempat Terpuruk dan Bangkit Kembali

Sejarah AC Milan – Sempat Terpuruk dan Bangkit Kembali

Associazione Calcio Milan, atau terkenal dengan nama singkatannya, AC Milan, atau lebih singkat lagi, Milan, adalah salah satu klub elite di Italia.
Klub berjuluk I Rossoneri (Si Merah dan Hitam) ini telah meraih 18 gelar juara internasional yang diakui UEFA dan FIFA, hanya di bawah Boca Juniors sebagai peraih terbanyak gelar internasional. Milan meraih empat gelar dunia, tiga Piala Interkontinental, dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA.
Klub yang juga dijuluki il Diavolo (Si Setan) ini meraih tujuh gelar Piala/Liga Champions (hanya kalah dari Real Madrid), memegang rekor lima kali juara Piala Super UEFA, dan dua kali juara Cup Winners’ Cup.
Di liga domestik, Milan meraih 18 scudetto (juara Seri A), urutan ketiga setelah Juventus (29 gelar) dan Inter Milan (18 gelar). Klub ini bermain di San Siro, yang juga terkenal sebagai Stadion Giuseppe Meazza (berkapasitas 80.074 tempat duduk), berbagi dengan Inter. Pemiliknya adalah Silvio Berlusconi, yang juga Perdana Menteri Italia.

Sejarah AC Milan – Pecah

AC Milan didirikan sebagai sebuah klub kriket pada 1899 oleh ekspatriat Alfred Edwards dan Herbert Kilpin, yang berasal dari Nottingham, Inggris. Sebagai penghormatan, nama klub ini memakai pengucapan Inggris, bukan pengucapan Italia, yakni Milano. Milan meraih gelar pertama di Liga Italia pada 1901 dan meraihnya lagi pada 1906 dan 1907.
Pada 1908, gara-gara ketidaksepakatan mengenai perekrutan pemain asing, klub ini pecah menjadi dua, AC Milan dan Internazionale. Perpecahan itu membuat Milan puasa gelar hingga musim 1950-51. Pada 1963, Milan meraih gelar juara level Eropa untuk pertama kali setelah mengalahkan Benfica di final. Sukses ini diulangi pada 1969, diikuti gelar juara Piala Interkontinental di tahun itu.
Setelah Gianni Rivera pensiun, prestasi Milan anjlok. Pada 1980, Milan bahkan terlibat skandal Totonero (skandal perjudian dan penentuan hasil pertandingan) dan sebagai sanksinya didegradasi ke Seri B. Dengan cepat Milan kembali naik ke Seri A, tetapi turun lagi ke Seri B karena menduduki urutan ketiga dari bawah.

Sejarah AC Milan – Skandal

Pada 1986, pengusaha Silvio Berlusconi mengambil alih klub ini dan dengan segera menanamkan banyak uang. Milan kemudian mengangkat Arrigo Sacchi sebagai pelatih dan merekrut trio Belanda, Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Frank Rijkaard. Itulah saat awal masa keemasan dalam sejarah Milan.
Dengan trio terkenal itu, Milan meraih lima trofi Liga Champions, lima Piala Super Eropa, dua Piala Interkontinental, dan satu Piala Dunia Antarklub. Bersama trio Belanda itu, Milan sempat dijuluki The Dream Team.
Pada 2006, Milan kembali terlibat skandal di Seri A bersama empat klub lainnya, yakni dalam pengaturan skor akhir pertandingan. Akibatnya, Milan mengalami pemotongan 15 poin dan gagal lolos ke Liga Champions. Akan tetapi, pemotongan itu kemudian dikurangi menjadi tujuh poin saja dan Milan lolos ke Liga Champions. Hebatnya, Milan kemudian menjadi juara Liga Champions pada musim itu.

Catatan Sejarah AC Milan Lainnya

Assocoazione Calcio Milan atau AC Milan merupakan salah satu klub besar sepak bola di Italia. Klub yang berasal dari kota Milan ini termasuk salah satu klub tersukses di Italia. Kesuksesan klub yang bermarkas di Stadion San Siro ini tercatat dalam catatan sejarah AC Milan. Tercatat, AC Milan telah menjuarai Serie A sebanyak 18 kali dan Piala Italia sebanyak 5 kali.
Dalam sejarah AC Milan, klub ini didirikan pada 1899. Klub ini didirikan oleh dua orang yang berkebangsaan Inggris, yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards. Awalnya, klub ini diberi nama Klub Kriket dan Sepak Bola Milan pada 16 Desember 1899. Saat itu, Edwards menempati posisi presiden klub pertama Milan, sedangkan Kiplin menjabat sebagai kapten pertama Milan.
Pada musim 1901, AC Milan mencatatkan sejarah dengan meraih gelar pertama sebagai kampiung sepak bola Italia. Namun, pada 1908, sebagian pemain Milan yang berasal dari Italia dan Swiss tidak menyukai dominasi pemain Inggris dan pemain Italia lainnya yang ada dalam skuad inti. Oleh karena itu, pemain yang tidak menyukai dominasi itu membentuk klub saingan yang bernama Internazionale Milan.
Pada era 1950-an, AC Milan menjadi klub yang ditakuti karena saat itu Milan memiliki trio GreNoLi, yaitu Gunnar Gren, Gunnar Nordahl, an Nils Liedholm. Trio pemain Milan ini berasal dari Swedia.
Pada musim 1961/1962, AC Milan kembali merebut juara liga sepak bola Italia. Saat itu, AC Milan dilatih oleh Nereo Rocco. Dalam catatan sejarah Milan, Noreo Rocco merupakan sosok pelatih inovatif yang menemukan taktik catenaccio (pertahanan berlapis). Pada masa kepelatihan Noreo Rocco, Milan meraih gelar piala champion pertama.
Pada musim kompetisi 1978/1979, klub yang berjuluk Rossoneri ini meraih gelar scudetto yang kesepuluh. Namun, pada musim 1979/1980, Milan dipaksa turun kasta ke Serie B bersama Lazio karena terbukti ikut terlibat dalam skandal perjudian.
Pada musim kompetisi 1980/1981, AC Milan dengan mudah menjuarai Serie B dan berhasil promosi ke Serie A. Namun, pada musim 1981/1982, AC Milan kembali dipaksa turun kasta karena kasus yang sama.

Era The Dream Team AC Milan

Banyaknya masalah yang menimpa AC Milan, membuat taji dan kesuksesan AC Milan luntur. Pada saat Milan dalam keadaan yang terpuruk, AC Milan dibeli oleh pengusaha Italia yang bernama Silvio Berlusconi. Masuknya Berlusconi sebagi pemilik Milan, membuat secercah cahaya untuk membuat AC Milan bangkit kembali untuk merajai kompetisi sepak bola Italia.
Setelah Berlusconi masuk, pengusaha Italia ini memboyong pelatih Arrigo Sacchi dan tiga pemain Belanda, yaitu Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit. Selain tiga pemain asal Belanda ini, Berlusconi pun membeli pemain lain, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli. Langkah merekrut pemain berkelas yang dilakukan Berlusconi ini dilakukan untuk mengembalikan masa kejayaan AC Milan.
Sejak dilatih oleb Arrigo Sacchi, AC Milan meraih gelar juara Serie A pada musim 1987/1988. Selanjutnya, pada musim kompetisi 1988/1989, Milan berhasil meraih gelar Piala Champions ketiganya. Selanjutnya, Milan pun mengulangi kejayaan pada musim berikutnya.
Selebrasi juara Piala Champions 1988-1989
Selebrasi juara Piala Champions 1988-1989
Selebrasi juara Piala Champions 1988-1989
Selebrasi juara Piala Champions 1988-1989
Saat Arrigo Sacchi meninggalkan AC Milan untuk melatih Tim Nasinal Italia, posisi pelatih AC Milan ditempati oleh Fabio Capello. Pada masa kepelatihan Fabio Capello, AC Milan meraih masa keemasannya yang kemudian mendapatkan julukan The Dream Team.
Julukan The Dream Team ini didapatkan Milan karena Milan tidak terkalah sepanjang kompetisi sepak bola. The Dream Team Milan ini dihuni oleh pemain yang hebat, yaitu Franco Baresi (Bek), Paolo Maldini (Bek), Costacurta (Bek). Di posisi gelandang, ada nama Marcel Desaily, Donadoni, dan Ancelotti. Sementara itu, di posisi penyerang, ada Dejan Savicevic, Zvonimir Boban, dan Daniele Massaro.
Setelah Fabio meninggalkan AC Milan pada 1996, posisi pelatih diberikan kepada Oscar Tabarez. Namun, kepelatihan Tabarez tidak menghasilkan hasil yang maksimal. Hal ini membuat AC Milan memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan Oscar Tabarez.
Namun, setelah Arrigo Sacchi kembali menggantikan Tabarez, Milan mengakhiri musim kompetisi Serie A 1996/1997 di posisi ke-11. Pada musim kompetisi 1997/1998, posisi Sacchi digantikan kembali oleh Fabio Capello. Periode kedua kepelatihan Fabio Capello, Milan merekrut pemain yang memiliki nilai potensial pada masa itu, seperti Leonardo, Christian Ziege, dan Patrick Kluivert. Namun, usaha mendatangkan pemain bintang yang dilakukan AC Milan tidak berakhir manis.
Pada musim kompetisi Serie A 1997/1998, AC Milan hanya finish diurutan ke-10. Hasil yang diraih AC Milan ini membuat posisi Fabio Capello dipecat sama dengan nasib Arrigo Sacchi. Setelah Fabio Capello dipecat, AC Milan mencari pelatih baru. Akhirnya, pencarian pelatihan berakhir dengan direkrutnya pelatih baru, Alberto Zaccheroni yang berasal dari Udinese. Masuknya Zaccheroni, diikuti dengan masuknya Oliver Bierhoff dan Thomas Helveg yang merupakan pemain Udinese saat dilatih Zaccheroni .
Selain itu, AC Milan pun mendatangkan Roberto Ayala, Luigi Sala, dan Andres Giuly. Pada era kepelatihan Alberto Zaccheroni, AC Milan berhasil meraih gelar scudetto ke-16 pada musim kompetisi Serie A 1999/2000. Namun, pada musim berikutnya, Alberto Zaccheroni tidak berhasil meraih gelar. Akhirnya, pelatih yang sukses bersama Udinese ini dipecat.
Setelah Zaccherono dipecat. Posisi pelatih AC Milan ditempati Cesare Maldini yang tak lain ayah dari kapten AC Milan, Paolo Maldini. Posisi Cesare Maldini pun tidak aman dan akhirnya Cesare Maldini dipecat. Selanjutnya, posisi Cesare Maldini digantikan oleh Fatih Terim. Namun, dalam kepelatihan Fatih Terim, AC Milan pun tidak dapat meraih kesuksesan.
Posisi Fatih Terim kemudian digantikan oleh Carlo Ancelotti. Era kepelatihan Carlo Ancelotti berhasil membawa Milan meraih gelar Piala Champions pada musim kompetisi 2002/2003 dan pada musim kompetisi Serie A 2003/2004, Carlo Ancelotti berhasil membawa AC Milan menjuarai kompetisi Serie A sekaligus memposisikan penyerang Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di kompetisi Serie A.
Selebrasi seluruh tim saat juara Champions 2003
Selebrasi seluruh tim saat juara Champions 2003
Setelah Carlo Ancelotti tidak melatih AC Milan karena hijrah ke Chelsea, posisi pelatih AC Milan pada musim 2008/2009 ditangani oleh mantan pemain Milan, Leonardo. Pada masa kepelatihan Leonardo, AC Milan kehilangan beberapa pemain, di antaranya Kaka yang pindah ke Real Madrid, Paolo Maldini yang memutuskan untuk pensiun, dan Yoann Gourcuff yang memutuskan untuk bertahan di Bordeaux.
Saat melatih AC Milan, Leonardo gagal mempersembahkan gelar untuk klub yang dilatihnya itu. Setelah Leonardo memutuskan untuk mundur, tongkat kepelatihan AC Milan pindah ke tangan Massimiliano Allegri.
Musim kompetisi Serie A 2010/2011, Massimiliano Allegri mengawali debutnya sebagai pelatih Milan. Pada masa kepelatihan Allegri, Milan merekrut Zlatan Ibrahimovic dari Barcelona dan Robinho dari Manchester City.
Pelatih Massimiliano Allegri akhirnya berhasil membawa AC Milan menjadi scudetto kompetisi Serie A musim 2010/2011. Scudetto yang diraih AC Milan pada masa Massimiliano Allegri merupakan gelar scudetto AC Milan yang ke-18.
Itulah pelatih AC Milan dari masa ke masa. Ada pelatih yang berhasil meraih kesuksesan, ada juga yang minim prestasi. Namun, terlepas dari semua hal itu, banyak catatan sejarah yang diukir pelatih-pelatih tersebut melatih AC Milan.
Selebrasi seluruh tim saat juara Champions 2007
Selebrasi seluruh tim saat juara Champions 2007

Senin, 25 November 2013


Prestasi AC MILAN

Prestasi AC MILAN

Bila dihitung berdasarkan total banyaknya gelar, maka Milan adalah salah satu klub tersukses di Italia, dengan total raihan gelar juara lebih dari 29 tropi dan menjadi terbanyak kedua setelah Juventus (40 tropi domestik). Milan juga menjadi klub tersukses di dunia bersama Boca Juniors, dengan rekor 14 trofi konfederasi (UEFA-Eropa) dan 4 trofi dunia. Milan juga mengenakan bintang tanda bahwa mereka memenangi lebih dari 10 gelar Serie A. Ditambah lagi, Milan juga memakai Lambang Penghargaan UEFA (UEFA Badge of Honour) di bagian lengan kiri seragam mereka karena memenangi lebih dari lima gelar Liga Champions.

Kejuaraan Nasional

  • Juara (18): 1901; 1906; 1907; 1950-51; 1954-55; 1956-57; 1958-59; 1961-62; 1967-68; 1978-79; 1987-88; 1991-92; 1992-93; 1993-94; 1995-96; 1998-99; 2003-2004; 2010-2011
  • Runner-up (15): 1902; 1947-48; 1949-50; 1951-52, 1955-56, 1960-61; 1964-65; 1968-69; 1970-71; 1971-72; 1972-1973; 1989-90; 1990-91; 2004-05; 2011-12
  • Juara (2): 1980–81; 1982–83
  • Juara (5): 1966–67; 1971–72; 1972–73; 1976–77; 2002-03
  • Runner-up (7): 1941–42; 1967–68; 1970–71; 1974–75; 1984–85; 1989-90; 1997-98
  • Juara (6): 1988; 1992; 1993; 1994; 2004; 2011
  • Runner-up (3): 1996; 1999; 2003

Kejuaraan Eropa

  • Juara (7): 1962-63; 1968-69; 1988-89; 1989-90; 1993-94; 2002-03; 2006-07
  • Runner-up (4): 1957-58; 1992-93; 1994-95; 2004-05
  • Juara (5): 1989; 1990; 1994; 2003; 2007
  • Runner-up (2): 1973; 1993
  • Juara (2): 1967–68; 1972–73
  • Runner-up (1): 1973–74

Kejuaraan Dunia

  • Juara (4):1969; 1989; 1990; 2007
  • Runner-up (4): 1963; 1993; 1994; 2003

Kejuaraan lainnya

  • Piala Latin (Piala yang paling penting bagi klub-klub Eropa pada tahun 40-an dan 50-an. Diselenggarakan sejak 1949 hingga 1957 antara juara-juara Perancis, Italia, Portugal dan Spanyol. Kejuaraan ini menghilang setelah dimulainya Piala Champions.):
  • Juara (3): 1951; 1956
  • Runner-up (1): 1953
  • Juara (1): 1981-82
  • Juara (3): 2009, 2011, 2012
  • Juara (2): 1988, 1990
  • Runner-up (1): 1999
  • Juara (12): 1992, 1993, 1994, 1996, 1997, 2002, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009, 2011
  • Runner-up (9): 1991, 1995, 1998, 1999, 2000, 2001, 2003, 2004, 2010


Ancelotti: Kembali ke Milan? Mengapa Tidak, Saya Akan Selalu Katakan Ya!

Ancelotti: Kembali ke Milan? Mengapa Tidak, Saya Akan Selalu Katakan Ya!

Bursa calon pelatih Italia kembali ramai dibahas. Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, kini menjadi sasaran media untuk dikaitkan dengan kursi panas Gli Azzurri.
Kontrak pelatih Italia saat ini, Cesare Prandelli, rampung usai Piala Dunia Brasil 2014. Prandelli diprediksi tak akan memperpanjang kontraknya bersama Gli Azzurri.
Tak ayal Sejumlah nama pelatih diusung media sebagai calon suksesor Prandelli. Setelah Antonio Conte dan Massimiliano Allegri, kini muncul nama Carlo Ancelotti.
“Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi, tapi saat ini saya ingin melatih setiap hari,” ujar Ancelotti.
Selain dikaitkan dengan tim nasional Italia, Ancelotti juga diisukan dengan kemungkinan kembali mengarsiteki AC Milan pada musim 2014/15.
“Kembali ke Milan? Mengapa tidak. Saya selalu mengatakan ya untuk Milan,” ungkap Ancelotti kepada Sky Sport Italia.
(ATI/BOLANEWS)